Loro Bronto Rafting Upaya Mengangkat Potensi Wisata Lokal

bia 38Bogowonto, demikian nama sebuah sungai yang terletak diwilayah Kabupaten Purworejo. Sungai terpanjang di Purworejo ini beberapa waktu terakhir menyita perhatian banyak pihak. Tak terkecuali para pejabat dilingkungan Pemkab Purworejo. Setelah sebelumnya Bupati Purworejo mengadakan tour berupa rafting atau arung jeram menyusuri sungai ini, kali ini giliran karyawan karyawati dilingkungan Kantor Kecamatan Loano mengadakan kegiatan serupa. Kegiatan yang dikemas dalam tajuk yang cukup manis yakni Loro Bronto Rafting atau Loano Road to Bogowonto Rafting ini diikuti 24 PNS di lingkungan Kantor Kecamatan Loano. Rafting yang digelar sekaligus sebagai sarana outbound itu, selain untuk mengenalkan potensi wisata yang ada di wilayah Kabupaten Purworejo, utamanya dalam upaya mendukung perkembangan Desa Wisata Karangrejo, juga bertujuan untuk memperat hubungan antar pegawai, meningkatkan kemampuan kerjasama dilapangan, serta untuk menghilangkan kepenatan karena rutinitas pekerjaan yang dihadapi di kantor.

Rute rafting yang diambil berawal dari start di Bendung Penungkulan Kecamatan Gebang, kemudian menyusuri sungai Bogowonto dan berakhir finish di Bendung Kedungpucung Desa Karangrejo, Loano. Jarak tempuh 12 km dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam. Para peserta begitu antusias mengikuti kegiatan ini, walaupun sepanjang sungai yang dilalui dihadang oleh arus yang begitu deras, bahkan beberapa perahu sempat terbalik karena terbentur batu maupun kurang keseimbangan, namun demikian para peserta tetap riang gembira dan bersemangat untuk terus mendayung mencapai finish.

Yuliver Asmoro, salah satu peserta mengatakan sangat senang dengan kegiatan itu. Menurutnya, kegiatan semacam itu sangat positif selain untuk refreshing, juga untuk memperkenalkan potensi wisata lokal yang ada di Purworejo. Peserta yang lain Retno mengaku senang dan terhibur dengan kegiatan itu. “Pokoknya asyik banget, besok mau lagi, “ujar Retno penuh semangat. Sedangkan Camat Loano Setyo Adi, S,IP berharap kegiatan rafting ini bisa terus dilakukan, dimulai dari aparat pemerintah untuk memperkenalkan potensi wisata, disusul masyarakat umum untuk bisa menggunakan peluang wisata air ini sehingga wilayah Loano khususnya dan Purworejo pada umumnya bisa lebih memasyarakat, utamanya dalam hal wisata rafting Sungai Bogowonto.

“Saya berharap, rafting ini bisa diagendakan lagi, dengan peserta tidak sebatas pegawai yang ada di lingkungan kantor kecamatan Loano, namun juga instansi-instani yang lain. Dengan demikian potensi Bogowonto bisa lebih dikenal masyarakat luas, “papar Setyo Adi (rls)

DESA WISATA KARANGREJO DESTINASI WISATA ALAM, BUDAYA DAN RELIGI

gazebo KrjDesa Karangrejo sebagai salah satu desa wisata dari 5 desa wisata yang sudah ditetapkan dalam Perda Kabupaten Purworejo, merupakan desa wisata yang menyajikan wisata terintegrasi antara wisata alam, wisata budaya dan wisata religi.

Wisata alam desa Karangrejo meliputi bumi perkemahan dan arena outbond, Continue reading DESA WISATA KARANGREJO DESTINASI WISATA ALAM, BUDAYA DAN RELIGI

Ngarai Nabak Sedayu, The Lost World of Purworejo

,sedayu1Ngarai Nabak Sedayu, aliran sungai dengan puluhan bongkahan batu-batu raksasa yang berada di lembah sempit  diapit bukit-bukit curam mengingatkan kita pada  ilustrasi pulau-pulau terpencil diselimuti kabut tebal pada film The Lose World. Kesamaan keduanya adalah menggambarkan suatu wilayah yang belum terambah dan tercampuri banyak tangan manusia. Asri, alami dan liar.

Ngarai Nabak Sedayu terletak di  Continue reading Ngarai Nabak Sedayu, The Lost World of Purworejo