▴Anti Gratifikasi▴
▴Kanal Aduan▴ - KASI PEMERINTAHAN UMUM DAN TRANTIBUM KECAMATAN LOANO IKUTI RAKOR PERSIAPAN PENGAMANAN RAMADHAN DAN IDUL FITRI
- PULUHAN WARGA DESA TRIREJO DIDUGA KERACUNAN MAKANAN KENDURI, PEMERINTAH LAKUKAN PENANGANAN CEPAT
- CAMAT LOANO DAMPINGI ANGGOTA DPRD PROVINSI JAWA TENGAH GELAR RESES DI DESA TRIDADI
- MUSYAWARAH DESA KALISEMO TETAPKAN PERDES LAPORAN REALISASI APBDES 2025 DAN SOSIALISASIKAN APBDES 2026
- SEKRETARIS KECAMATAN LOANO HADIRI RAPAT PARIPURNA DPRD KABUPATEN PURWOREJO DALAM RANGKA PENGUCAPAN SUMPAH WAKIL KETUA DPRD KABUPATEN PURWOREJO
- SEKRETARIS KECAMATAN LOANO IKUTI DESK LKJIP TAHUN 2025 KABUPATEN PURWOREJO
- LOKAKARYA MINI TRIWULAN I TAHUN 2026 PUSKESMAS LOANO, PERKUAT SINERGI LINTAS SEKTOR
- CAMAT LOANO MONITORING TES SELEKSI PENGISIAN PERANGKAT DESA TRIREJO
- CAMAT LOANO DAMPINGI TIM PENGENDALIAN DAN INTENSIFIKASI PBB KABUPATEN PURWOREJO DI DESA LOANO
- SEKRETARIS KECAMATAN LOANO HADIRI FORUM PERANGKAT DAERAH (FPD) DPMPTSP KABUPATEN PURWOREJO
CAMAT LOANO HADIRI MUSRENBANG DALAM RANGKA PENYUSUNAN RKPD KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026

Keterangan Gambar : Bupati Purworejo Memberikan Sambutan dalam Acara Musrenbang Penyusunan RKPD Kabupaten Purworejo Tahun 2026 dan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Purworejo Tahun 2025-2029
Loano Go News - Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Bapperida menyelenggarakan Musrenbang dalam rangka Penyusunan RKPD Kabupaten Purworejo Tahun 2026 dan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Purworejo Tahun 2025-2029 secara luring dan daring, Selasa (18/03/2025) di Pendopo Agung Kabupaten Purworejo. Pembukaan Musrenbang dilakukan oleh Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti SH dan didampingi oleh pejabat terkait, hadir dalam cara tersebut Camat Loano Kusairi, AP., MM., serta berbagai elemen masyarakat.
Disampaikan Bupati, Musrenbang dilaksanakan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Purworejo Tahun 2026, yang menjadi tahun pertama pelaksanaan RPJMD Kabupaten Purworejo tahun 2025-2029.
“Kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah, dapat diukur melalui pencapaian indikator kinerja makro yang memberikan gambaran tentang ukuran keberhasilan pencapaian visi dan misi Bupati,” katanya.
Ketua DPRD Kabupaten Purworejo Tunaryo SSos menjelaskan bahwa Musrenbang diselenggarakan mulai dari musyawarah desa/ kelurahan sampai dengan musyawarah kabupaten, yang mempunyai peran strategis dalam menyusun rencana kerja Pemerintah Kabupaten Purworejo.
“Rangkaian kegiatan ini berfungsi sebagai konsultasi publik, untuk menyelaraskan rencana kerja pemerintah dengan usulan dari masyarakat, melalui setiap tahapan Musrenbang,” jelasnya.
Ia berharap, kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi harus membahas program prioritas, yang sangat diharapkan manfaatnya oleh masyarakat. Selain itu juga mewujudkan visi dan misi Bupati terutama dalam peningkatan daya saing, sarana prasanara dan infrastruktur guna menarik minat investor, memperluas lapangan pekerjaan untuk menciptakan masyarakat Purworejo yang lebih sejahtera.
Drs Heri Raharjo MSi selaku penyelenggara menambahkan, Musrenbang ini bertujuan untuk mempertemukan dan melakukan pembahasan bersama pihak-pihak. Hal itu dilakukan guna mendapatkan manfaat dan dampak dari program kegiatan pembangunan daerah, sebagai perwujudan dari pendekatan partisipatif perencanaan pembangunan daerah.
“Selain itu, penyelenggaran forum ini juga bertujuan untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi stakeholder khususnya masyarakat untuk berpartisipasi dalam memberikan masukan dalam rangka penyusunan rancangan pembangunan Kabupaten Purworejo periode tahun 2025-2029,” ungkapnya.
Dalam sesi diskusi, Arbaah Mintaraga dari LSM Surya Mentari Semesta menyoroti tentang persampahan. Terutama di TPA Jetis yang sudah overload, dengan akan menambah lahan TPA sekitar 5000 m2.
“Dari dulu (sampah) akan selalu bertambah, lha Jetis lama-lama habis nanti. Mengapa tidak berusaha membangun TPA baru?" tanyanya.
Menanggapi hal tersebut, Wabup Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi meminta masyarakat untuk tidak khawatir bahwa nantinya Jetis menjadi TPA semua. Karena terbukti selama 5 tahun terakhir, Pemkab tidak pernah membeli tanah untuk perluasan lahan.
Sumber: Prokopim


