▴Anti Gratifikasi▴
▴Kanal Aduan▴ - CAMAT LOANO HADIRI PELANTIKAN PENGURUS POLOSORO MASA BAKTI 2026–2030
- RESEPSI DAN PENTAS SENI TUTUP RANGKAIAN HUT KE-81 KEMERDEKAAN RI TINGKAT KECAMATAN LOANO
- PENTAS SENI PENCAK SILAT TRADISIONAL MERIAHKAN HUT KE-81 RI DI DUSUN SRETE KALIGLAGAH
- SEMARAK HUT KE-81 RI, KECAMATAN LOANO GELAR JALAN SEHAT DAN SENAM BERSAMA
- PEMBAHASAN RAPERDA PILKADES PURWOREJO MASIH BERLANJUT, CAMAT LOANO HADIRI RAPAT PANSUS 10
- CAMAT LOANO HADIRI PERTEMUAN KTNA, DORONG PENGUATAN PENGETAHUAN PETANI DAN PENGEMBANGAN POTENSI PERTANIAN
- CAMAT LOANO IKUTI RAPAT PANSUS 9 PEMBAHASAN RAPERDA PEMERINTAHAN DESA
- ASISTEN PEMERINTAHAN DAN KESRA SETDA PURWOREJO TINJAU PEMBANGUNAN SEKARAN HILLS SEDAYU
- CAMAT LOANO HADIRI SERAH TERIMA JABATAN KEPALA KUA KECAMATAN LOANO
- BUPATI PURWOREJO RESMIKAN DAN AMBIL SUMPAH JANJI ANGGOTA BPD MASA KEANGGOTAAN 2026–2034 KECAMATAN LOANO
KECAMATAN LOANO MELAKSANAKAN AUDIENSI, SAMBUT LANGKAH PERKEMBANGAN KAWASAN OTORITATIF BOB
Keterangan Gambar : Audiensi Kecamatan Loano Sambut Langkah Perkembangan Kawasan Otoritatif BOB
Loano Go News — Dalam rangka mendorong percepatan pengembangan pariwisata di kawasan Menoreh, Kecamatan Loano melaksanakan audiensi bersama Badan Otorita Borobudur (BOB) Jum'at, 24 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan BOB dalam pengembangan kawasan pariwisata berbasis kolaborasi.
Audiensi ini merupakan bagian dari proses pengembangan zona otoritatif BOB yang dikenal sebagai Borobudur Highland, yang terintegrasi dengan desa-desa penyangga di sekitarnya. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat lokal.
Upaya ini juga sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar utama ekonomi nasional yang berkualitas, berkelanjutan, dan inklusif, sebagaimana didorong oleh Kementerian Pariwisata.
Fokus utama pengembangan ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengentaskan kemiskinan, serta mendorong peningkatan kualitas pariwisata melalui pengembangan destinasi tematik, wellness tourism, serta penguatan promosi di tingkat global.
Desa wisata menjadi salah satu instrumen strategis dalam implementasi Asta Cita tersebut, khususnya dalam memperkuat pembangunan berbasis desa guna menciptakan pemerataan ekonomi dan peningkatan taraf hidup masyarakat.
Camat Loano, Vivin Suryandari Feriyani, S.STP., MM., didampingi Sekretaris Kecamatan Loano, Nuryanto, S.Ag., dan Kepala Desa Sedayu menyampaikan bahwa desa-desa di wilayahnya siap untuk berkolaborasi, baik dalam kegiatan maupun pengembangan kawasan pariwisata yang dikelola bersama.
Sementara itu, Plt. Direktur Utama yang juga menjabat sebagai Direktur Keuangan, Umum, dan Komunikasi Publik BOB, Yusuf Hartanto, menekankan pentingnya kolaborasi di tengah kondisi efisiensi anggaran negara.
Ia menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata berbasis desa serta penyelenggaraan event-event produktif menjadi langkah konkret yang dapat dilakukan bersama untuk mendorong pertumbuhan sektor ini.
Melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan, diharapkan percepatan pertumbuhan pariwisata dapat tercapai sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas perekonomian masyarakat.


.png)
