_12.png)

- SEMARAK HUT KE-80 RI, KECAMATAN LOANO GELAR LOMBA MEWARNAI ANAK USIA DINI
- CAMAT LOANO HADIRI PENGAJIAN AKBAR MERTI DESA TRIDADI DAN PERINGATAN HUT KE-80 RI
- KASI PEMERINTAHAN UMUM DAN TRANTIBUM KECAMATAN LOANO HADIRI RAPAT KOMINDA KABUPATEN PURWOREJO
- UPACARA PENURUNAN BENDERA MERAH PUTIH PERINGATAN HUT KE-80 RI KECAMATAN LOANO TAHUN 2025
- UPACARA PERINGATAN HUT KE-80 REPUBLIK INDONESIA TINGKAT KECAMATAN LOANO TAHUN 2025
- MALAM TASYAKURAN HUT KE-80 REPUBLIK INDONESIA KECAMATAN LOANO BERLANGSUNG KHIDMAT
- ZIARAH MAKAM PEJUANG DAN LELUHUR KECAMATAN LOANO TAHUN 2025 DALAM PERINGATAN HUT KE 80 REPUBLIK INDONESIA
- PENGUKUHAN PASUKAN PENGIBAR BENDERA (PASKIBRA) KECAMATAN LOANO TAHUN 2025
- SEMARAK UPACARA HUT KE-64 PRAMUKA KWARTIR RANTING LOANO
- RENUNGAN ULANG JANJI DAN SARASEHAN KWARTIR RANTING LOANO MERIAHKAN HUT PRAMUKA KE-64
48 PANWASCAM SE-KABUPATEN PURWOREJO DIMINTA KUATKAN MENTAL PENGAWASAN
Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Panwaslu Kecamatan Pemilihan Serentak 2024

Keterangan Gambar : Forkopimcam Kecamatan Loano berfoto bersama anggota Panwaslu Kecamatan Loano terlantik
Bertempat di Pendapa Bupati Purworejo pada hari Jumat (24/5) sebanyak 48 anggota Panwaslu Kecamatan dalam Pemilihan Serentak 2024 se-Kabupaten Purworejo dilantik. Empat puluh delapan orang tersebut terdiri atas 28 anggota existing Panwascam Pemilu dan 20 orang anggota baru hasil rekruitmen. Pelantikan dihadiri Bupati Yuli Hastuti, SH. dan jajaran Forkopimda, Ketua Bawaslu Purnomosidi, SPt. beserta anggota, pimpinan OPD dan Forkopimcam se-Kabupaten Purworejo.
Usai melantik 48 anggota Panwascam, Purnomosidi menyampaikan, mereka akan bertugas mengawasi semua tahapan pemilihan serentak 2024. Mereka pun diminta untuk menguatkan mental dalam menghadapi pesta demokrasi pemilihan kepala daerah bupati dan wakil bupati di Kabupaten Purworejo.
Disebutkan, untuk menjadi Panwascam setidaknya membutuhkan tiga modal. Yakni skill, power, dan mental. “Semua anggota Panwascam harus memiliki skill kemampuan memahami aturan, baik undang-undang, peraturan Bawaslu, peraturan KPU dan aturan lainnnya. Hal ini untuk mewujudkan Pilkada yang berkepastian hukum, dimana semua jajaran pengawas pemilihan sudah menjalankan tugas sesuai dengan regulasi,” jelasnya.
Dijelaskan, Panwascam harus memiliki power yakni memiliki daya dobrak menegakan aturan. Selain itu mereka juga harus memiliki mental yang kuat menghadapi tekanan saat menjalankan tugas pengawasan pemilihan. Pasalnya, hajatan pemilihan tekanan politiknya berbeda dengan Pemilu 2024.
“Gesekan politik Pilkada sangat dekat dengan masyarakat sehingga harus diantisipasi agar tidak ada konflik horizontal yang dapat memecah belah persatuan,” tegasnya. Ia pun meminta agar anggota Panwascam membangun komunikasi dengan para pemangku kebijakan di wilayah kecamatan masing-masing
sumber: purworejonews.com