▴Anti Gratifikasi▴
▴Kanal Aduan▴ - CAMAT LOANO DAMPINGI ANGGOTA DPRD PROVINSI JAWA TENGAH GELAR RESES DI DESA TRIDADI
- MUSYAWARAH DESA KALISEMO TETAPKAN PERDES LAPORAN REALISASI APBDES 2025 DAN SOSIALISASIKAN APBDES 2026
- SEKRETARIS KECAMATAN LOANO HADIRI RAPAT PARIPURNA DPRD KABUPATEN PURWOREJO DALAM RANGKA PENGUCAPAN SUMPAH WAKIL KETUA DPRD KABUPATEN PURWOREJO
- SEKRETARIS KECAMATAN LOANO IKUTI DESK LKJIP TAHUN 2025 KABUPATEN PURWOREJO
- LOKAKARYA MINI TRIWULAN I TAHUN 2026 PUSKESMAS LOANO, PERKUAT SINERGI LINTAS SEKTOR
- CAMAT LOANO MONITORING TES SELEKSI PENGISIAN PERANGKAT DESA TRIREJO
- CAMAT LOANO DAMPINGI TIM PENGENDALIAN DAN INTENSIFIKASI PBB KABUPATEN PURWOREJO DI DESA LOANO
- SEKRETARIS KECAMATAN LOANO HADIRI FORUM PERANGKAT DAERAH (FPD) DPMPTSP KABUPATEN PURWOREJO
- KASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KECAMATAN LOANO HADIRI SOSIALISASI DRPPA MENUJU KABUPATEN PURWOREJO LAYAK ANAK
- KASI PEMBANGUNAN KECAMATAN LOANO DAMPINGI TIM PENGENDALIAN DAN INTENSIFIKASI PBB KABUPATEN PURWOREJO
CAMAT LOANO HADIRI RAPAT KOORDINASI PERCEPATAN PEMBENTUKAN KOPERASI MERAH PUTIH

Keterangan Gambar : Rapat Koordinasi Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih dipimpin oleh Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., didampingi Dandim 0708 Purworejo Letkol Inf Imam Purwoko, S.E., M.H.I.
Loano Go News - Pemerintah Kabupaten Purworejo menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih bersama Forkopimda Kabupaten Purworejo, bertempat di Ruang Bagelen Setda Purworejo, pada Selasa (11/11/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., Dandim 0708 Purworejo Letkol Inf Imam Purwoko, S.E., M.H.I., Pj Sekda dr. Tolkha Amaruddin, dan Kajari Purworejo Widi Trismono, S.H., M.H., serta diikuti oleh Danramil dan Camat se-Kabupaten Purworejo.
Hadir secara pribadi dalam kegiatan tersebut Camat Loano, Kusairi, A.P., M.M., bersama para camat lainnya yang turut mengikuti rapat koordinasi guna mendukung percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih di wilayah masing-masing.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, menegaskan bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) merupakan program nasional yang wajib dilaksanakan oleh seluruh daerah, termasuk Kabupaten Purworejo.
Wabup meminta seluruh camat untuk aktif berkoordinasi dengan Danramil di wilayah masing-masing, mengingat TNI ditugaskan langsung oleh Presiden sebagai leading sector dalam percepatan program ini.
Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menerima surat edaran dari pemerintah pusat yang menegaskan bahwa bupati dan wali kota bertanggung jawab dalam penyediaan dukungan anggaran untuk percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan koperasi di desa-desa.
Penganggaran dilakukan melalui perubahan penjabaran APBD Tahun 2025, bukan melalui APBD 2026. Wabup menekankan pentingnya pemetaan lahan dan kesiapan lokasi pembangunan gerai koperasi, dengan target penyelesaian hingga 31 Januari 2026.
“Saya minta dilakukan inventarisasi dan pemetaan lahan secara detail. Pastikan mana lahan yang termasuk lahan hijau dan mana yang bisa digunakan untuk pembangunan gerai koperasi. Karena banyak lahan desa yang masih berupa sawah, sementara anggaran pusat tidak mencakup biaya pengerukan lahan. Targetnya, seluruh gerai koperasi ini harus selesai paling lambat 31 Januari 2026,” tegasnya.
Kabupaten Purworejo sendiri menargetkan terbentuknya 454 koperasi, dengan fokus awal pada 107 koperasi yang telah siap dibangun.
Sementara itu, Dandim 0708 Purworejo, Letkol Inf Imam Purwoko, S.E., M.H.I., mengajak seluruh pihak untuk bergotong royong menyukseskan program tersebut. Ia menyampaikan bahwa telah disiapkan anggaran sebesar Rp21,4 miliar untuk pembangunan 107 titik gerai koperasi.
Ia juga meminta seluruh Danramil bersama Camat untuk memastikan kesiapan lahan agar pembangunan dapat berjalan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.
Melalui rapat koordinasi ini, Forkopimda dan Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih, sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi masyarakat desa serta mendorong kemandirian ekonomi daerah.


