▴Anti Gratifikasi▴
▴Kanal Aduan▴ - BALAI PENYULUHAN KB GELAR PEMBINAAN DAN PENYULUHAN PPKBD KECAMATAN LOANO
- KASI PEMBANGUNAN KECAMATAN LOANO HADIRI RAKOR LPMD/LPMK KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- CAMAT LOANO HADIRI PAPARAN PENCAPAIAN MILESTONE PROGRAM KDMP OLEH KODIM 0708 PURWOREJO
- BUPATI PURWOREJO DORONG KADES DAN LURAH INOVATIF DALAM PENINGKATAN KAPASITAS APARATUR PEMDES 2026
- RAT TAHUN BUKU 2025 KOPERASI DESA MERAH PUTIH (KDMP) DESA TRIREJO DIGELAR DI BALAI DESA
- PENETAPAN BAKAL CALON MENJADI CALON PERANGKAT DESA KEDUNGPOH DAN PENETAPAN NILAI BOBOT PENGABDIAN FORMASI KADUS
- CAMAT LOANO HADIRI PENGAJIAN AKBAR HALAL BIHALAL PEDAGANG PASAR BANYUASIN
- PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN KDMP DESA MARON, WUJUD PENGUATAN EKONOMI DESA
- KECAMATAN LOANO MONITORING PENUTUPAN PENDAFTARAN PERANGKAT DESA DAN PEMBAGIAN SPPT PBB-P2 DI DESA KEDUNGPOH
- KHATAMAN AL-QUR’AN BIL HIFDZI DAN TURBA PW JMQH JAWA TENGAH MERIAHKAN HARLAH KE-6 JMQH KABUPATEN PURWOREJO
CAMAT LOANO HADIRI SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENANGANAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (TPPO)

Keterangan Gambar : Bupati Purworejo Memberikan Sambutan dalam Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Ruang Arahiwang Setda Purworejo
Loano Go News — Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPPAPMD) menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Ruang Arahiwang Setda Purworejo, Selasa, 25 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh para Camat, Kapolsek, dan perwakilan Kepala Desa se-Kabupaten Purworejo, termasuk Camat Loano Kusairi, AP., MM.
Acara dibuka langsung oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti, SH, didampingi Kepala DPPPAPMD Laksana Sakti, AP., M.Si. dan Kepala Dinperitransnaker Sukmo Widi Harwanto, SH., MM.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat perlindungan masyarakat dari ancaman TPPO yang semakin berkembang dan memiliki beragam modus. Ia menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh mengenai bentuk-bentuk eksploitasi, pola perekrutan ilegal, serta upaya pencegahannya.
“Melalui sosialisasi ini, saya berharap kita semua memahami apa itu TPPO, bagaimana modus pelaku bekerja, serta langkah pencegahannya,” tegas Bupati.
Menurutnya, TPPO masih menjadi persoalan serius yang banyak menyasar perempuan dan anak yang terjebak bujuk rayu lowongan kerja palsu atau iming-iming keuntungan besar. Oleh sebab itu, edukasi dan kewaspadaan masyarakat harus terus diperkuat.
Bupati juga mendorong peningkatan kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga perlindungan, hingga masyarakat.
“Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam mencegah dan menangani TPPO,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Pemkab Purworejo berkomitmen mewujudkan lingkungan yang aman bagi seluruh warganya sebagai bagian dari prioritas pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala DPPPAPMD Laksana Sakti AP, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata penguatan jejaring, edukasi, serta peningkatan pemahaman publik mengenai risiko perdagangan orang. Langkah ini diharapkan dapat menekan potensi meningkatnya pekerja migran bermasalah akibat perekrutan ilegal.
Camat Loano Kusairi, AP., MM., yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi sekaligus komitmen Kecamatan Loano untuk memperkuat sosialisasi hingga tingkat desa.
“TPPO bukan hanya isu nasional, tetapi ancaman nyata di tingkat lokal. Karena itu, kami di Kecamatan Loano akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan lembaga masyarakat dalam edukasi pencegahan TPPO. Masyarakat harus benar-benar selektif terhadap tawaran kerja, terutama ke luar negeri,” ungkapnya.
Beliau menambahkan bahwa pihak kecamatan siap mendukung Gugus Tugas TPPO Kabupaten dengan langkah-langkah nyata, termasuk penyebaran informasi, pengawasan terhadap agen perekrutan, serta memastikan masyarakat mendapatkan informasi resmi terkait ketenagakerjaan.
“Kami ingin memastikan Loano menjadi wilayah yang aman dan bebas dari praktik perdagangan orang,” tegasnya.
Sumber: Prokopim


