▴Anti Gratifikasi▴
▴Kanal Aduan▴ - CAMAT LOANO DAMPINGI ANGGOTA DPRD PROVINSI JAWA TENGAH GELAR RESES DI DESA TRIDADI
- MUSYAWARAH DESA KALISEMO TETAPKAN PERDES LAPORAN REALISASI APBDES 2025 DAN SOSIALISASIKAN APBDES 2026
- SEKRETARIS KECAMATAN LOANO HADIRI RAPAT PARIPURNA DPRD KABUPATEN PURWOREJO DALAM RANGKA PENGUCAPAN SUMPAH WAKIL KETUA DPRD KABUPATEN PURWOREJO
- SEKRETARIS KECAMATAN LOANO IKUTI DESK LKJIP TAHUN 2025 KABUPATEN PURWOREJO
- LOKAKARYA MINI TRIWULAN I TAHUN 2026 PUSKESMAS LOANO, PERKUAT SINERGI LINTAS SEKTOR
- CAMAT LOANO MONITORING TES SELEKSI PENGISIAN PERANGKAT DESA TRIREJO
- CAMAT LOANO DAMPINGI TIM PENGENDALIAN DAN INTENSIFIKASI PBB KABUPATEN PURWOREJO DI DESA LOANO
- SEKRETARIS KECAMATAN LOANO HADIRI FORUM PERANGKAT DAERAH (FPD) DPMPTSP KABUPATEN PURWOREJO
- KASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KECAMATAN LOANO HADIRI SOSIALISASI DRPPA MENUJU KABUPATEN PURWOREJO LAYAK ANAK
- KASI PEMBANGUNAN KECAMATAN LOANO DAMPINGI TIM PENGENDALIAN DAN INTENSIFIKASI PBB KABUPATEN PURWOREJO
CAMAT LOANO HADIRI SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENANGANAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (TPPO)

Keterangan Gambar : Bupati Purworejo Memberikan Sambutan dalam Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Ruang Arahiwang Setda Purworejo
Loano Go News — Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPPAPMD) menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Ruang Arahiwang Setda Purworejo, Selasa, 25 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh para Camat, Kapolsek, dan perwakilan Kepala Desa se-Kabupaten Purworejo, termasuk Camat Loano Kusairi, AP., MM.
Acara dibuka langsung oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti, SH, didampingi Kepala DPPPAPMD Laksana Sakti, AP., M.Si. dan Kepala Dinperitransnaker Sukmo Widi Harwanto, SH., MM.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat perlindungan masyarakat dari ancaman TPPO yang semakin berkembang dan memiliki beragam modus. Ia menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh mengenai bentuk-bentuk eksploitasi, pola perekrutan ilegal, serta upaya pencegahannya.
“Melalui sosialisasi ini, saya berharap kita semua memahami apa itu TPPO, bagaimana modus pelaku bekerja, serta langkah pencegahannya,” tegas Bupati.
Menurutnya, TPPO masih menjadi persoalan serius yang banyak menyasar perempuan dan anak yang terjebak bujuk rayu lowongan kerja palsu atau iming-iming keuntungan besar. Oleh sebab itu, edukasi dan kewaspadaan masyarakat harus terus diperkuat.
Bupati juga mendorong peningkatan kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga perlindungan, hingga masyarakat.
“Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam mencegah dan menangani TPPO,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Pemkab Purworejo berkomitmen mewujudkan lingkungan yang aman bagi seluruh warganya sebagai bagian dari prioritas pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala DPPPAPMD Laksana Sakti AP, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata penguatan jejaring, edukasi, serta peningkatan pemahaman publik mengenai risiko perdagangan orang. Langkah ini diharapkan dapat menekan potensi meningkatnya pekerja migran bermasalah akibat perekrutan ilegal.
Camat Loano Kusairi, AP., MM., yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi sekaligus komitmen Kecamatan Loano untuk memperkuat sosialisasi hingga tingkat desa.
“TPPO bukan hanya isu nasional, tetapi ancaman nyata di tingkat lokal. Karena itu, kami di Kecamatan Loano akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan lembaga masyarakat dalam edukasi pencegahan TPPO. Masyarakat harus benar-benar selektif terhadap tawaran kerja, terutama ke luar negeri,” ungkapnya.
Beliau menambahkan bahwa pihak kecamatan siap mendukung Gugus Tugas TPPO Kabupaten dengan langkah-langkah nyata, termasuk penyebaran informasi, pengawasan terhadap agen perekrutan, serta memastikan masyarakat mendapatkan informasi resmi terkait ketenagakerjaan.
“Kami ingin memastikan Loano menjadi wilayah yang aman dan bebas dari praktik perdagangan orang,” tegasnya.
Sumber: Prokopim


