▴Anti Gratifikasi▴
▴Kanal Aduan▴ - PISAH KENANG BAPAK AMAT NGADENAN, DEDIKASI 30 TAHUN MENGABDI UNTUK PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO
- KASI PEMBANGUNAN KECAMATAN LOANO MONITORING SETORAN PBB DAN KOORDINASI DATA HEWAN KURBAN DI DESA NGARGOSARI
- CAMAT LOANO HADIRI DAN DUKUNG TIM VOLI KECAMATAN LOANO DALAM PPDI CUP II TAHUN 2026
- DOA BERSAMA DAN PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN KDMP GUYANGAN, WUJUD KEBERSAMAAN DAN SEMANGAT MEMBANGUN DESA
- CAMAT LOANO HADIRI PELEPASAN SISWA MA PLUS RIYADUL MUTAALLIMIN SEDAYU ANGKATAN V
- DISNAKERTRANS PURWOREJO GELAR SOSIALISASI JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN DI KECAMATAN LOANO
- CAMAT LOANO HADIRI FGD OPTIMALISASI JAMSOSTEK BAGI KELEMBAGAAN DESA
- UPACARA PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL (HARKITNAS) KE-118 TAHUN 2026 TINGKAT KECAMATAN LOANO
- DINPUSIP KABUPATEN PURWOREJO LAKSANAKAN PENDAMPINGAN PENGELOLAAN ARSIP DI KECAMATAN LOANO
- MURID SMAN 5 PURWOREJO IKUTI SOSIALISASI PENDIDIKAN POLITIK BAGI GENERASI MUDA
DESA TRIDADI GELAR MUSDES PENETAPAN PROGRAM KETAHANAN PANGAN TAHUN 2025

Keterangan Gambar : Suasana Musdes dalam rangka penetapan program ketahanan pangan tahun 2025 Desa Tridadi
Loano Go News — Pemerintah Desa Tridadi, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka penetapan program ketahanan pangan tahun 2025, pada Rabu (14/5/2025) bertempat di Balai Desa Tridadi. Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun dan menetapkan arah kebijakan ketahanan pangan desa secara partisipatif dan tepat sasaran.
Musdes dihadiri oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Loano, Jaimin, S.E., didampingi oleh Kasi Pemerintahan Desa Kecamatan Loano, Jihad Abdani, S.Pd.. Turut hadir pula Kepala Desa Tridadi beserta perangkat desa, Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Tridadi, Pendamping Desa, serta tokoh-tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Sekcam Loano menyampaikan pentingnya program ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan keberlanjutan sumber pangan lokal, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan iklim.
“Musdes ini adalah momen strategis untuk melibatkan semua unsur masyarakat dalam menentukan program yang benar-benar dibutuhkan oleh warga. Ketahanan pangan bukan hanya soal hasil pertanian, tapi juga soal kemandirian dan keberlanjutan,” ujar Jaimin.
Musyawarah berlangsung secara terbuka, dengan banyak masukan dari berbagai unsur masyarakat. Beberapa usulan yang mengemuka antara lain penguatan kelompok tani, pengadaan bibit unggul, pemanfaatan lahan pekarangan, serta pelatihan pengolahan hasil pangan lokal.
Program ketahanan pangan yang ditetapkan dalam Musdes ini akan menjadi dasar pelaksanaan kegiatan desa tahun 2025, dengan harapan mampu meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga dan mewujudkan kemandirian desa dalam hal pangan.



.png)