▴Anti Gratifikasi▴
▴Kanal Aduan▴ - CAMAT LOANO DAMPINGI ANGGOTA DPRD PROVINSI JAWA TENGAH GELAR RESES DI DESA TRIDADI
- MUSYAWARAH DESA KALISEMO TETAPKAN PERDES LAPORAN REALISASI APBDES 2025 DAN SOSIALISASIKAN APBDES 2026
- SEKRETARIS KECAMATAN LOANO HADIRI RAPAT PARIPURNA DPRD KABUPATEN PURWOREJO DALAM RANGKA PENGUCAPAN SUMPAH WAKIL KETUA DPRD KABUPATEN PURWOREJO
- SEKRETARIS KECAMATAN LOANO IKUTI DESK LKJIP TAHUN 2025 KABUPATEN PURWOREJO
- LOKAKARYA MINI TRIWULAN I TAHUN 2026 PUSKESMAS LOANO, PERKUAT SINERGI LINTAS SEKTOR
- CAMAT LOANO MONITORING TES SELEKSI PENGISIAN PERANGKAT DESA TRIREJO
- CAMAT LOANO DAMPINGI TIM PENGENDALIAN DAN INTENSIFIKASI PBB KABUPATEN PURWOREJO DI DESA LOANO
- SEKRETARIS KECAMATAN LOANO HADIRI FORUM PERANGKAT DAERAH (FPD) DPMPTSP KABUPATEN PURWOREJO
- KASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KECAMATAN LOANO HADIRI SOSIALISASI DRPPA MENUJU KABUPATEN PURWOREJO LAYAK ANAK
- KASI PEMBANGUNAN KECAMATAN LOANO DAMPINGI TIM PENGENDALIAN DAN INTENSIFIKASI PBB KABUPATEN PURWOREJO
DESA TRIDADI GELAR MUSDES PENETAPAN PROGRAM KETAHANAN PANGAN TAHUN 2025

Keterangan Gambar : Suasana Musdes dalam rangka penetapan program ketahanan pangan tahun 2025 Desa Tridadi
Loano Go News — Pemerintah Desa Tridadi, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka penetapan program ketahanan pangan tahun 2025, pada Rabu (14/5/2025) bertempat di Balai Desa Tridadi. Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun dan menetapkan arah kebijakan ketahanan pangan desa secara partisipatif dan tepat sasaran.
Musdes dihadiri oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Loano, Jaimin, S.E., didampingi oleh Kasi Pemerintahan Desa Kecamatan Loano, Jihad Abdani, S.Pd.. Turut hadir pula Kepala Desa Tridadi beserta perangkat desa, Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Tridadi, Pendamping Desa, serta tokoh-tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Sekcam Loano menyampaikan pentingnya program ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan keberlanjutan sumber pangan lokal, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan iklim.
“Musdes ini adalah momen strategis untuk melibatkan semua unsur masyarakat dalam menentukan program yang benar-benar dibutuhkan oleh warga. Ketahanan pangan bukan hanya soal hasil pertanian, tapi juga soal kemandirian dan keberlanjutan,” ujar Jaimin.
Musyawarah berlangsung secara terbuka, dengan banyak masukan dari berbagai unsur masyarakat. Beberapa usulan yang mengemuka antara lain penguatan kelompok tani, pengadaan bibit unggul, pemanfaatan lahan pekarangan, serta pelatihan pengolahan hasil pangan lokal.
Program ketahanan pangan yang ditetapkan dalam Musdes ini akan menjadi dasar pelaksanaan kegiatan desa tahun 2025, dengan harapan mampu meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga dan mewujudkan kemandirian desa dalam hal pangan.


