▴Anti Gratifikasi▴
▴Kanal Aduan▴ - PISAH KENANG BAPAK AMAT NGADENAN, DEDIKASI 30 TAHUN MENGABDI UNTUK PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO
- KASI PEMBANGUNAN KECAMATAN LOANO MONITORING SETORAN PBB DAN KOORDINASI DATA HEWAN KURBAN DI DESA NGARGOSARI
- CAMAT LOANO HADIRI DAN DUKUNG TIM VOLI KECAMATAN LOANO DALAM PPDI CUP II TAHUN 2026
- DOA BERSAMA DAN PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN KDMP GUYANGAN, WUJUD KEBERSAMAAN DAN SEMANGAT MEMBANGUN DESA
- CAMAT LOANO HADIRI PELEPASAN SISWA MA PLUS RIYADUL MUTAALLIMIN SEDAYU ANGKATAN V
- DISNAKERTRANS PURWOREJO GELAR SOSIALISASI JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN DI KECAMATAN LOANO
- CAMAT LOANO HADIRI FGD OPTIMALISASI JAMSOSTEK BAGI KELEMBAGAAN DESA
- UPACARA PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL (HARKITNAS) KE-118 TAHUN 2026 TINGKAT KECAMATAN LOANO
- DINPUSIP KABUPATEN PURWOREJO LAKSANAKAN PENDAMPINGAN PENGELOLAAN ARSIP DI KECAMATAN LOANO
- MURID SMAN 5 PURWOREJO IKUTI SOSIALISASI PENDIDIKAN POLITIK BAGI GENERASI MUDA
HUT KE-77 DPRD PURWOREJO DIPERINGATI DENGAN GELAR APRESIASI SENI KERAKYATAN

Keterangan Gambar : Gelar Apresiasi Seni Kerakyatan 2025 diselenggarakan di Kompleks Gedung DPRD Purworejo
Loano Go News - Menandai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 DPRD Purworejo, sebuah event seni bertajuk Gelar Apresiasi Seni Kerakyatan 2025 diselenggarakan di Kompleks Gedung DPRD Purworejo, Sabtu (25/10/2025).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni tetapi juga sebagai momentum untuk mengenang kontribusi besar almarhum H Frans Suharmaji, Wakil Ketua DPRD Purworejo yang telah dipanggil Allah SWT. Fran merupakan sosok pemimpin santun yang telah banyak memberikan dedikasi terbaik bagi Kabupaten Purworejo. “Sejenak mari kita tundukkan kepala, mengenang almarhum Pak Frans Suharmaji. Semoga keteladanan dan semangat beliau menjadi inspirasi bagi kita semua,” kata Tunaryo S Sos, Ketua DPRD Purworejo.
Pagi hingga malam, sebanyak 16 tim kesenian tradisional tampil memukau di panggung. Mulai dari tarian daerah hingga musik tradisi. Semuanya menggambarkan kekayaan budaya Purworejo yang luar biasa. Tunaryo pun memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang dianggap sebagai Duta Seni Purworejo karena telah menunjukkan kreativitas, semangat dan dedikasinya melestarikan budaya daerah. Kecamatan Loano diwakili oleh grup kesenian Jaran Kepang. “Turonggo Seto” Desa Karangrejo
Menurutnya, gelar seni juga mengandung pesan moral dan nilai pendidikan karakter. Melalui seni, masyarakat diajak memahami makna gotong royong, kebersamaan dan kecintaan terhadap tradisi lokal. “Seni menjadi cermin kehidupan, mengajarkan harmoni, keindahan dan keteguhan dalam menjaga warisan budaya,” katanya.
Dia menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur dan ekonomi tetapi juga dari kemajuan seni dan budaya sebagai pembentuk jati diri bangsa. Kegiatan seperti ini penting dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana pembinaan generasi muda dan pelestarian ciri khas Purworejo.
“Dari pegunungan hingga pesisir, Purworejo punya irama dan karakter seni tersendiri. Tugas kita bersama, pemerintah, DPRD dan masyarakat menjaga agar seni budaya tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya. Puncak acara ditutup dengan pemberian penghargaan kepada para pelaku seni berprestasi, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam memajukan kesenian daerah.
Acara ini juga memperoleh dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para seniman, budayawan serta masyarakat dari berbagai kecamatan. Semua bersatu memperkuat rasa cinta terhadap Purworejo yang sejahtera, berdaya saing dan religius.
Sementara itu, Penjabat Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo, Dr Tolkhah, membacakan sambutan Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti SH, menyampaikan kegiatan itu merupakan bentuk nyata sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam upaya memajukan seni dan kebudayaan daerah.
Menurut bupati, seni dan budaya merupakan warisan berharga yang harus terus hidup dan diteruskan oleh generasi muda. “Kebudayaan akan tetap hidup jika diteruskan oleh generasi muda. Para pendidik dan seniman memiliki peran penting untuk terus berkarya, berlatih, dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal. Mereka adalah pewaris sekaligus penerus kebudayaan Purworejo,” ujarnya.
Bupati menyatakan kegiatan kesenian seperti ini menjadi ruang ekspresi dan ajang silaturahmi bagi para pelaku budaya agar terus solid, mandiri dan produktif. Pemerintah, katanya, akan terus memberikan dukungan karena seni dan budaya merupakan salah satu pilar penting pembangunan daerah. “Melalui dukungan bersama antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat, seni kerakyatan akan semakin hidup, tumbuh dan membanggakan baik di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Harapannya, pertunjukan malam itu memberi kesan mendalam dan menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan seni budaya Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini menjadi momentum berharga untuk meneguhkan Purworejo sebagai daerah berbudaya, kreatif dan berkarakter, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga warisan seni tradisional agar terus lestari lintas generasi. (*)



.png)