▴Anti Gratifikasi▴
▴Kanal Aduan▴ - CAMAT LOANO HADIRI DAN DUKUNG TIM VOLI KECAMATAN LOANO DALAM PPDI CUP II TAHUN 2026
- DOA BERSAMA DAN PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN KDMP GUYANGAN, WUJUD KEBERSAMAAN DAN SEMANGAT MEMBANGUN DESA
- CAMAT LOANO HADIRI PELEPASAN SISWA MA PLUS RIYADUL MUTAALLIMIN SEDAYU ANGKATAN V
- DISNAKERTRANS PURWOREJO GELAR SOSIALISASI JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN DI KECAMATAN LOANO
- CAMAT LOANO HADIRI FGD OPTIMALISASI JAMSOSTEK BAGI KELEMBAGAAN DESA
- UPACARA PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL (HARKITNAS) KE-118 TAHUN 2026 TINGKAT KECAMATAN LOANO
- DINPUSIP KABUPATEN PURWOREJO LAKSANAKAN PENDAMPINGAN PENGELOLAAN ARSIP DI KECAMATAN LOANO
- MURID SMAN 5 PURWOREJO IKUTI SOSIALISASI PENDIDIKAN POLITIK BAGI GENERASI MUDA
- KASI PEMBANGUNAN HADIRI SOSIALISASI PELAYANAN PUBLIK BEBAS MALADMINISTRASI
- CAMAT LOANO HADIRI SOSIALISASI PENYUSUNAN PERUBAHAN RENJA PD TAHUN 2026
KASI PEMBANGUNAN KECAMATAN LOANO HADIRI DISEMINASI REKOMENDASI AUDIT KASUS STUNTING KABUPATEN PURWOREJO

Keterangan Gambar : Diseminasi Rekomendasi Audit Kasus Stunting Kabupaten Purworejo bertempat di Rumah Makan Satria Bogowoto, Pangenrejo
Loano Go News — Dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Purworejo, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsosdaldukkb) Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan Diseminasi Rekomendasi Audit Kasus Stunting, yang berlangsung di Rumah Makan Satria Bogowonto, Pangenrejo. Hari Kamis, 15 Mei 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, termasuk perwakilan dari Kecamatan Loano. Hadir mewakili Kecamatan Loano yaitu Kasi Pembangunan, Supanjang Hartanto, S.IP., yang mendampingi tim desa dari Trirejo, Mudalrejo, dan Rimun, tiga desa prioritas dalam penanganan stunting di wilayah Loano.
Diseminasi ini bertujuan untuk menyampaikan hasil audit kasus stunting yang telah dilakukan sebelumnya, sekaligus merumuskan rekomendasi dan langkah-langkah strategis penanganan berkelanjutan di tingkat desa dan kecamatan.
Dalam forum tersebut, Supanjang Hartanto menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, kader kesehatan, dan keluarga sebagai garda terdepan dalam mencegah stunting sejak dini.
“Upaya penanganan stunting tidak bisa berdiri sendiri. Ini adalah kerja bersama. Audit ini penting untuk mengidentifikasi titik lemah penanganan yang selama ini terjadi dan memperbaikinya bersama,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masing-masing desa dapat menyusun rencana tindak lanjut berdasarkan hasil audit dan mengintegrasikannya ke dalam perencanaan pembangunan desa, terutama dalam aspek gizi, kesehatan ibu dan anak, serta sanitasi.



.png)