▴Anti Gratifikasi▴
▴Kanal Aduan▴
Breaking News
- DWP UNIT KECAMATAN LOANO GELAR PEMBINAAN DAN HALAL BIHALAL
- CAMAT LOANO HADIRI TEMU ALUMNI DAN LAUNCHING IKA LODRA SMA NEGERI 5 PURWOREJO
- KETUA TP PKK DAN POSYANDU EMPAT KECAMATAN DILANTIK OLEH KETUA TP PKK KABUPATEN PURWOREJO
- BALAI PENYULUHAN KB GELAR PEMBINAAN DAN PENYULUHAN PPKBD KECAMATAN LOANO
- KASI PEMBANGUNAN KECAMATAN LOANO HADIRI RAKOR LPMD/LPMK KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- CAMAT LOANO HADIRI PAPARAN PENCAPAIAN MILESTONE PROGRAM KDMP OLEH KODIM 0708 PURWOREJO
- BUPATI PURWOREJO DORONG KADES DAN LURAH INOVATIF DALAM PENINGKATAN KAPASITAS APARATUR PEMDES 2026
- RAT TAHUN BUKU 2025 KOPERASI DESA MERAH PUTIH (KDMP) DESA TRIREJO DIGELAR DI BALAI DESA
- PENETAPAN BAKAL CALON MENJADI CALON PERANGKAT DESA KEDUNGPOH DAN PENETAPAN NILAI BOBOT PENGABDIAN FORMASI KADUS
- CAMAT LOANO HADIRI PENGAJIAN AKBAR HALAL BIHALAL PEDAGANG PASAR BANYUASIN
SEKCAM LOANO HADIRI DIALOG BUDAYA PENELUSURAN NASKAH KUNO SEBAGAI WARISAN BUDAYA DAERAH

Keterangan Gambar : Dialog Budaya Penelusuran Naskah Kuno Sebagai Warisan Budaya Daerah, di Aula Gedung Penunjang Perpustakaan Umum Kabupaten Purworejo
Loano Go News - Beberapa naskah Purworejo seperti Babad Kedungkebo dan Babad Banyuurip, hampir dua abad hadir dalam ingatan kolektif masyarakat Purworejo. Kebertahanannya menunjukkan keunggulannya sebagai karya masa lampau dan kekuatannya sebagai warisan budaya.
Hal itu dikatakan DR Sudibyo Prawiratmodjo dari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, saat menjadi narasumber dalam Dialog Budaya Penelusuran Naskah Kuno Sebagai Warisan Budaya Daerah, di Aula Gedung Penunjang Perpustakaan Umum Kabupaten Purworejo, Rabu (18/06/2025).
Acara dibuka Kepala Dinpusip Stephanus Aan Isa Nugroho SSTP MSi, serta dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, budayawan dan perwakilan perangkat daerah.
Lebih lanjut Sudibyo mengatakan, pengarusutamaan naskah Purworejo menempatkan naskah-naskah yang ditulis di Purworejo, sebagai skala prioritas dalam penyusunan program kerja, penentuan kebijakan, pengambilan keputusan, kegiatan kelembagaan di antara instansi-instansi terkait di Purworejo.
“Oleh karena itu, sudah saatnya Purworejo mengusulkan salah satu naskah unggulan sebagai IKON (Ingatan Kolektif Nasional) ke Perpusnas RI,” katanya
Sementara Kepala Dinpusip mengakui bahwa Kabupaten Purworejo memiliki PR besar dalam merawat memori kolektif bangsa. Agar khasanah warisan terjaga sampai kapanpun, semua berawal dari dokumentasi yang disebut arsip, sedangkan perpustakaan berperan dalam pelestarian dan edukasi.
“Sampai saat ini, kita belum punya dokumentasi tentang Dolalak misalnya, termasuk dalam hal notasinya. Sementara daerah tetangga sangat agresif dalam membranding tarian tersebut,” katanya mengingatkan.
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments


