▴Anti Gratifikasi▴
▴Kanal Aduan▴ - CAMAT LOANO HADIRI PELANTIKAN PENGURUS POLOSORO MASA BAKTI 2026–2030
- RESEPSI DAN PENTAS SENI TUTUP RANGKAIAN HUT KE-81 KEMERDEKAAN RI TINGKAT KECAMATAN LOANO
- PENTAS SENI PENCAK SILAT TRADISIONAL MERIAHKAN HUT KE-81 RI DI DUSUN SRETE KALIGLAGAH
- SEMARAK HUT KE-81 RI, KECAMATAN LOANO GELAR JALAN SEHAT DAN SENAM BERSAMA
- PEMBAHASAN RAPERDA PILKADES PURWOREJO MASIH BERLANJUT, CAMAT LOANO HADIRI RAPAT PANSUS 10
- CAMAT LOANO HADIRI PERTEMUAN KTNA, DORONG PENGUATAN PENGETAHUAN PETANI DAN PENGEMBANGAN POTENSI PERTANIAN
- CAMAT LOANO IKUTI RAPAT PANSUS 9 PEMBAHASAN RAPERDA PEMERINTAHAN DESA
- ASISTEN PEMERINTAHAN DAN KESRA SETDA PURWOREJO TINJAU PEMBANGUNAN SEKARAN HILLS SEDAYU
- CAMAT LOANO HADIRI SERAH TERIMA JABATAN KEPALA KUA KECAMATAN LOANO
- BUPATI PURWOREJO RESMIKAN DAN AMBIL SUMPAH JANJI ANGGOTA BPD MASA KEANGGOTAAN 2026–2034 KECAMATAN LOANO
KASI PEMBANGUNAN MENGHADIRI SOSIALISASI KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT (KIM) BERSAMA KOMDIGI PROVINSI JAWA TENGAH
Keterangan Gambar : Sosialisasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) bersama Komdigi Provinsi Jawa Tengah, bertempat di Ruang Arahiwang, Kompleks Kantor Bupati Purworejo
Loano Go News - Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Dinkominfostasandi) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Sosialisasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) bersama Komdigi Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (3/12/2025), bertempat di Ruang Arahiwang, Kompleks Kantor Bupati Purworejo. Kegiatan dibuka oleh Plt Kepala Dinkominfostasandi, Yudhie Agung Prihatno, S.STP., M.M.
Sosialisasi ini digelar untuk memperkuat peran KIM sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyebarluasan informasi publik, peningkatan literasi digital, serta pemberdayaan masyarakat di tingkat kecamatan hingga desa. Dalam sambutannya, Yudhie menegaskan pentingnya keterbukaan informasi oleh seluruh badan publik, termasuk pemerintah kecamatan dan desa. Menurutnya, KIM memiliki fungsi krusial sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan arus informasi yang akurat, inklusif, dan mudah dipahami.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Heru Kusumo Ardiningsih, SE, yang menjelaskan dasar hukum pembentukan KIM sesuai Permenkominfo Nomor 8 Tahun 2010. Heru menegaskan bahwa keberadaan KIM merupakan bagian penting dari penguatan komunikasi sosial pemerintah daerah untuk mendukung transparansi dan partisipasi publik.
Sebagai narasumber utama, Muhammad Sidqi Auliarahman Marzuki, S.I.Kom., Pranata Humas Komdigi Provinsi Jawa Tengah, memaparkan strategi penguatan peran KIM melalui kerangka kerja ADINDA—Akses Informasi, Diskusi, Implementasi, Networking, Diseminasi, dan Aspirasi. Ia juga menekankan urgensi pembentukan KIM di tingkat desa agar penyebaran informasi dapat merata dan sesuai kebutuhan masyarakat. Saat ini, tercatat 86 KIM yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Sosialisasi semakin menarik melalui sesi berbagi pengalaman oleh Dwi Anggoro Deskianto, S.I.Kom., pengelola KIM WR Soepratman Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing. Ia membagikan kisah perjalanan KIM mereka yang aktif berpartisipasi dalam lomba film pendek tingkat provinsi dan berhasil mempertahankan gelar juara selama dua tahun berturut-turut. Dwi juga mengulas berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan sarana prasarana, rendahnya literasi masyarakat, hingga hambatan sosial budaya, serta pentingnya pemilihan media komunikasi yang tepat untuk menjangkau publik desa.
Kecamatan Loano hadir dengan penuh atensi melalui keikutsertaan Supanjang Hartanto, S.IP., Sie Pembangunan, bersama perwakilan sekretaris desa dari wilayah Loano. Partisipasi ini menunjukkan komitmen Kecamatan Loano dalam mendukung penguatan arus informasi publik dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
Dinkominfostasandi juga mendorong setiap kecamatan, termasuk Kecamatan Loano, untuk lebih aktif mendampingi desa dalam membentuk KIM secara mandiri. Melalui integrasi platform kim.id, diharapkan jaringan informasi dapat berjalan lebih terpadu, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.
Dengan keterlibatan Kecamatan Loano, kegiatan sosialisasi ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga wujud penguatan komitmen wilayah dalam memajukan literasi informasi, memperkuat kapasitas komunikasi publik, serta mendukung percepatan transformasi digital di Kabupaten Purworejo.


.png)
