▴Anti Gratifikasi▴
▴Kanal Aduan▴ - DWP UNIT KECAMATAN LOANO GELAR PEMBINAAN DAN HALAL BIHALAL
- CAMAT LOANO HADIRI TEMU ALUMNI DAN LAUNCHING IKA LODRA SMA NEGERI 5 PURWOREJO
- KETUA TP PKK DAN POSYANDU EMPAT KECAMATAN DILANTIK OLEH KETUA TP PKK KABUPATEN PURWOREJO
- BALAI PENYULUHAN KB GELAR PEMBINAAN DAN PENYULUHAN PPKBD KECAMATAN LOANO
- KASI PEMBANGUNAN KECAMATAN LOANO HADIRI RAKOR LPMD/LPMK KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- CAMAT LOANO HADIRI PAPARAN PENCAPAIAN MILESTONE PROGRAM KDMP OLEH KODIM 0708 PURWOREJO
- BUPATI PURWOREJO DORONG KADES DAN LURAH INOVATIF DALAM PENINGKATAN KAPASITAS APARATUR PEMDES 2026
- RAT TAHUN BUKU 2025 KOPERASI DESA MERAH PUTIH (KDMP) DESA TRIREJO DIGELAR DI BALAI DESA
- PENETAPAN BAKAL CALON MENJADI CALON PERANGKAT DESA KEDUNGPOH DAN PENETAPAN NILAI BOBOT PENGABDIAN FORMASI KADUS
- CAMAT LOANO HADIRI PENGAJIAN AKBAR HALAL BIHALAL PEDAGANG PASAR BANYUASIN
KASI PEMBANGUNAN MENGHADIRI SOSIALISASI KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT (KIM) BERSAMA KOMDIGI PROVINSI JAWA TENGAH
Keterangan Gambar : Sosialisasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) bersama Komdigi Provinsi Jawa Tengah, bertempat di Ruang Arahiwang, Kompleks Kantor Bupati Purworejo
Loano Go News - Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Dinkominfostasandi) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Sosialisasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) bersama Komdigi Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (3/12/2025), bertempat di Ruang Arahiwang, Kompleks Kantor Bupati Purworejo. Kegiatan dibuka oleh Plt Kepala Dinkominfostasandi, Yudhie Agung Prihatno, S.STP., M.M.
Sosialisasi ini digelar untuk memperkuat peran KIM sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyebarluasan informasi publik, peningkatan literasi digital, serta pemberdayaan masyarakat di tingkat kecamatan hingga desa. Dalam sambutannya, Yudhie menegaskan pentingnya keterbukaan informasi oleh seluruh badan publik, termasuk pemerintah kecamatan dan desa. Menurutnya, KIM memiliki fungsi krusial sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan arus informasi yang akurat, inklusif, dan mudah dipahami.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Heru Kusumo Ardiningsih, SE, yang menjelaskan dasar hukum pembentukan KIM sesuai Permenkominfo Nomor 8 Tahun 2010. Heru menegaskan bahwa keberadaan KIM merupakan bagian penting dari penguatan komunikasi sosial pemerintah daerah untuk mendukung transparansi dan partisipasi publik.
Sebagai narasumber utama, Muhammad Sidqi Auliarahman Marzuki, S.I.Kom., Pranata Humas Komdigi Provinsi Jawa Tengah, memaparkan strategi penguatan peran KIM melalui kerangka kerja ADINDA—Akses Informasi, Diskusi, Implementasi, Networking, Diseminasi, dan Aspirasi. Ia juga menekankan urgensi pembentukan KIM di tingkat desa agar penyebaran informasi dapat merata dan sesuai kebutuhan masyarakat. Saat ini, tercatat 86 KIM yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Sosialisasi semakin menarik melalui sesi berbagi pengalaman oleh Dwi Anggoro Deskianto, S.I.Kom., pengelola KIM WR Soepratman Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing. Ia membagikan kisah perjalanan KIM mereka yang aktif berpartisipasi dalam lomba film pendek tingkat provinsi dan berhasil mempertahankan gelar juara selama dua tahun berturut-turut. Dwi juga mengulas berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan sarana prasarana, rendahnya literasi masyarakat, hingga hambatan sosial budaya, serta pentingnya pemilihan media komunikasi yang tepat untuk menjangkau publik desa.
Kecamatan Loano hadir dengan penuh atensi melalui keikutsertaan Supanjang Hartanto, S.IP., Sie Pembangunan, bersama perwakilan sekretaris desa dari wilayah Loano. Partisipasi ini menunjukkan komitmen Kecamatan Loano dalam mendukung penguatan arus informasi publik dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
Dinkominfostasandi juga mendorong setiap kecamatan, termasuk Kecamatan Loano, untuk lebih aktif mendampingi desa dalam membentuk KIM secara mandiri. Melalui integrasi platform kim.id, diharapkan jaringan informasi dapat berjalan lebih terpadu, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.
Dengan keterlibatan Kecamatan Loano, kegiatan sosialisasi ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga wujud penguatan komitmen wilayah dalam memajukan literasi informasi, memperkuat kapasitas komunikasi publik, serta mendukung percepatan transformasi digital di Kabupaten Purworejo.


