▴Anti Gratifikasi▴
▴Kanal Aduan▴ - CAMAT LOANO PIMPIN APEL PERDANA PASCA IDUL FITRI 1447 H DAN SOSIALISASI ANTIGRATIFIKASI
- CAMAT LOANO BERSAMA KEPALA DESA JALIN SILATURAHMI KE KEDIAMAN CAMAT PURWOREJO
- CAMAT LOANO TERIMA KUNJUNGAN SILATURAHMI DAN HALAL BIHALAL FORUM KOMUNITAS DISABILITAS DAN PKH
- CAMAT LOANO PIMPIN KERJA BAKTI BERSIHKAN LINGKUNGAN KANTOR KECAMATAN
- MUSRENBANG RKPD 2027 KABUPATEN PURWOREJO, WUJUDKAN PERENCANAAN PARTISIPATIF DAN BERKELANJUTAN
- SOSIALISASI PERIZINAN BERUSAHA BERBASIS RISIKO DI KECAMATAN LOANO TINGKATKAN PEMAHAMAN PELAKU UMKM
- HALAL BIHALAL KELUARGA BESAR KECAMATAN LOANO 1447 H / 2026 M, PERKUAT KEBERSAMAAN DAN SINERGI LINTAS SEKTOR
- KASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KECAMATAN LOANO HADIRI SOSIALISASI KMK TENTANG PENGHARGAAN KABUPATEN/KOTA BEBAS PASUNG
- CAMAT LOANO PIMPIN RAPAT KOORDINASI BERSAMA PENDAMPING DESA DAN PENDAMPING LOKAL DESA
- KECAMATAN LOANO GELAR STAFF MEETING BAHAS RENCANA KERJA AKHIR MARET DAN SOSIALISASI PENCEGAHAN GRATIFIKASI
KECAMATAN LOANO GELAR SOSIALISASI DAN BIMTEK INOVASI SIAP SAT SET WAT WET, DORONG SINERGI PROGRAM DESA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Keterangan Gambar : Kepala Desa dan Perangkat Desa Se-Kecamatan Loano mengikuti Sosialisasi dan Bimtek Inovasi SiAP Sat Set WAT WET di Aula Kecamatan Loano
Loano Go News — Pemerintah Kecamatan Loano menggelar kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi “SiAP Sat Set WAT WET” (Sinergi Antar Program Desa Tambah Sejahtera, Wanita Anak disabilaTas terWadahi secara Ekonomi dan Terlindungi) bagi para Kepala Desa dan Perangkat Desa se-Kecamatan Loano, Kamis (25/9/2025).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Camat Loano Kusairi, AP., MM., yang menekankan pentingnya inovasi lintas sektor untuk memperkuat efektivitas program desa, khususnya dalam mewujudkan kesejahteraan kelompok rentan seperti perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.
Dalam sambutannya, Camat Loano menyampaikan bahwa inovasi SiAP Sat Set WAT WET lahir dari keprihatinan terhadap masih terpisahnya berbagai program desa yang dibiayai Dana Desa tanpa sinergi yang kuat antar sektor.
“Kita ingin agar setiap program desa tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling mendukung untuk hasil yang lebih optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Latar Belakang dan Tujuan Inovasi
Inovasi SiAP Sat Set WAT WET dibangun dengan latar belakang sejumlah permasalahan yang masih dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat Kecamatan Loano, antara lain:
-
Program Dana Desa yang berjalan terpisah tanpa sinergi antar kegiatan;
-
Kurangnya integrasi antara program pemberdayaan masyarakat, pembangunan, dan pengembangan ekonomi desa;
-
Pemanfaatan Dana Desa yang belum maksimal karena alokasi anggaran tidak saling mendukung;
-
Minimnya dampak jangka panjang terhadap kesejahteraan masyarakat desa; dan
-
Belum terwadahinya kelompok masyarakat (wanita, anak, dan penyandang disabilitas) secara ekonomi maupun sosial.
Melalui inovasi ini, Kecamatan Loano mendorong penerapan program lintas sektor yang lebih terarah dan terukur di tingkat desa, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan lembaga desa.
Cara Kerja Inovasi
Inovasi SiAP Sat Set WAT WET bekerja dengan langkah-langkah berikut:
-
Menetapkan desa percontohan dan menyusun petunjuk teknis (juknis) musrenbangdes;
-
Desa percontohan menerapkan program SiAP Sat Set WAT WET berpedoman pada juknis tersebut;
-
Desa percontohan menyusun RKPDes, APBDes, dan Peraturan Kepala Desa yang memuat minimal satu program SiAP Sat Set WAT WET.
Melalui mekanisme ini, program-program yang sebelumnya berjalan sendiri kini menjadi terintegrasi, saling melengkapi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dana Desa dapat dimanfaatkan secara lebih efektif dan efisien, serta mendukung sinergi antara pembangunan fisik, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi desa melalui BUMDesa.
Unsur Kebaruan dan Dampak Inovasi
Inovasi SiAP Sat Set WAT WET memiliki sejumlah unsur kebaruan, antara lain:
-
Menjadi satu-satunya upaya lintas sektor di tingkat kecamatan untuk pemberdayaan perempuan, anak, dan penyandang disabilitas melalui pendekatan close loop (usaha ekonomi produktif dengan jaminan pembelian hasil produksi).
-
Penggunaan Surat Camat sebagai perangkat resmi juknis musrenbangdes.
-
Pemanfaatan BUMDesa dan KDMP (Kawasan Desa Membangun Produktif) sebagai pusat penggerak ekonomi desa.
-
Terbentuknya Forum Anak dan penguatan Desa Layak Anak sebagai bagian dari sistem perlindungan sosial desa.
Dengan implementasi inovasi ini, Kecamatan Loano berharap dapat mewujudkan pemerintahan desa yang lebih kolaboratif, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, terutama bagi kelompok yang selama ini belum terwadahi secara optimal.
“Inovasi ini adalah langkah nyata kita untuk mewujudkan sinergi antarprogram desa agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Camat Loano.


