▴Anti Gratifikasi▴
▴Kanal Aduan▴ - CAMAT LOANO PIMPIN APEL PERDANA PASCA IDUL FITRI 1447 H DAN SOSIALISASI ANTIGRATIFIKASI
- CAMAT LOANO BERSAMA KEPALA DESA JALIN SILATURAHMI KE KEDIAMAN CAMAT PURWOREJO
- CAMAT LOANO TERIMA KUNJUNGAN SILATURAHMI DAN HALAL BIHALAL FORUM KOMUNITAS DISABILITAS DAN PKH
- CAMAT LOANO PIMPIN KERJA BAKTI BERSIHKAN LINGKUNGAN KANTOR KECAMATAN
- MUSRENBANG RKPD 2027 KABUPATEN PURWOREJO, WUJUDKAN PERENCANAAN PARTISIPATIF DAN BERKELANJUTAN
- SOSIALISASI PERIZINAN BERUSAHA BERBASIS RISIKO DI KECAMATAN LOANO TINGKATKAN PEMAHAMAN PELAKU UMKM
- HALAL BIHALAL KELUARGA BESAR KECAMATAN LOANO 1447 H / 2026 M, PERKUAT KEBERSAMAAN DAN SINERGI LINTAS SEKTOR
- KASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KECAMATAN LOANO HADIRI SOSIALISASI KMK TENTANG PENGHARGAAN KABUPATEN/KOTA BEBAS PASUNG
- CAMAT LOANO PIMPIN RAPAT KOORDINASI BERSAMA PENDAMPING DESA DAN PENDAMPING LOKAL DESA
- KECAMATAN LOANO GELAR STAFF MEETING BAHAS RENCANA KERJA AKHIR MARET DAN SOSIALISASI PENCEGAHAN GRATIFIKASI
NEANA HIJAB DENGAN SALAH SATU BRANDNYA NEA HIJAB SUDAH MERAMBAH PASAR LUAR NEGERI
Rapat Koordinasi Forum UMKM Pinunjul Kecamatan Loano

Keterangan Gambar : Camat Loano Kusairi AP MM., memberikan sambutan dalam Rakor Forum UMKM Pinunjul
Camat Loano Kusairi, AP. MM., Kamis (23/05/24), menghadiri rapat koordinasi Forum UMKM Pinunjul dalam rangka konsolidasi dan pengembangan UMKM di wilayah Kecamatan Loano . Turut hadir dalam acara yang diselenggarakan di Balai Desa Banyuasin Separe antara lain Kepala Desa Banyuasin Separe Hadi Mustofa, Pendamping UMKM Kecamatan Loano, Pengurus Forum UMKM Pinunjul dan Pelaku UMKM.
Dalam sambutannya Kusairi menyatakan bahwa pihaknya selalu mendukung kemajuan UMKM di Kecamatan Loano, dengan mengoptimalkan peran pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam kegiatan yang dilaksanakan di Kecamatan.
“Mohon do’a nya mudah-mudahan tahun-tahun mendatang Kecamatan tetap dapat mengalokasikan anggaran dalam mendukung kegiatan-kegiatan Forum UMKM Pinunjul,”ujarnya.
Sumandede pendamping UMKM Kecamatan Loano, dalam arahannya menyampaikan hal-hal yang menyebabkan UMKM di Indonesia kurang berkembang. Disampaikan pula beberapa solusi dan alternatif yang dapat dilakukan oleh pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha.
“Di Loano tepatnya dibelakang Pasar Maron, sudah ada Pelaku UMKM Loano yang sudah memasarkan produknya ke luar negeri. Neana Hijab dengan salah satu brandnya Nea Hijab sudah merambah pasar luar negeri dan sebagian besar produknya memang dipasarkan dilevel nasional dan pangsa pasar luar negeri,”sambung Dede.
Pada kesempatan itu juga berkesempatan menyampaikan succes story Ibu Bandu selaku owner Batik Naraya dalam mengembangkan batik di Loano dan keberhasilannya menciptakan motif Batik Keprajan yang saat ini menjadi pakaian dinas wajib bagi aparat pemerintah di Kabupaten Purworejo.
Di sela-sela kegiatan juga dilaksanakan “product display” bagi produk-produk anggota Forum UMKM Pinunjul yang dibawakan oleh peragawan dan peragawati dari Batik Dewa Loano.
Sebagai penutup rangkauan kegiatan disampaikan beberapa rencana program kerja Pengurus Forum UMKM Pinunjul Kecamatan Loano ditahun 2024 dan diharapkan dukungan semua pihak termasuk Pemerintah Kecamatan Loano juga seluruh anggota forum UMKM Pinunjul.


