▴Anti Gratifikasi▴
▴Kanal Aduan▴ - CAMAT LOANO DAMPINGI ANGGOTA DPRD PROVINSI JAWA TENGAH GELAR RESES DI DESA TRIDADI
- MUSYAWARAH DESA KALISEMO TETAPKAN PERDES LAPORAN REALISASI APBDES 2025 DAN SOSIALISASIKAN APBDES 2026
- SEKRETARIS KECAMATAN LOANO HADIRI RAPAT PARIPURNA DPRD KABUPATEN PURWOREJO DALAM RANGKA PENGUCAPAN SUMPAH WAKIL KETUA DPRD KABUPATEN PURWOREJO
- SEKRETARIS KECAMATAN LOANO IKUTI DESK LKJIP TAHUN 2025 KABUPATEN PURWOREJO
- LOKAKARYA MINI TRIWULAN I TAHUN 2026 PUSKESMAS LOANO, PERKUAT SINERGI LINTAS SEKTOR
- CAMAT LOANO MONITORING TES SELEKSI PENGISIAN PERANGKAT DESA TRIREJO
- CAMAT LOANO DAMPINGI TIM PENGENDALIAN DAN INTENSIFIKASI PBB KABUPATEN PURWOREJO DI DESA LOANO
- SEKRETARIS KECAMATAN LOANO HADIRI FORUM PERANGKAT DAERAH (FPD) DPMPTSP KABUPATEN PURWOREJO
- KASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KECAMATAN LOANO HADIRI SOSIALISASI DRPPA MENUJU KABUPATEN PURWOREJO LAYAK ANAK
- KASI PEMBANGUNAN KECAMATAN LOANO DAMPINGI TIM PENGENDALIAN DAN INTENSIFIKASI PBB KABUPATEN PURWOREJO
CAMAT LOANO HADIRI PERESMIAN SUMUR BOR DESA KARANGREJO PROGAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Keterangan Gambar : Dekan Sekolah Pasca Sarjana (SPS) UGM, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D., bersama Kepala DKPP Purworejo Hadi Sadsila, S.P., M.M., dan Camat Loano Kusairi, AP., M.M. menandatangani prasasti peresmian sumur bor di Desa Karangrejo
Loano Go News - Dekan Sekolah Pasca Sarjana (SPS) UGM, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D., bersama Kepala DKPP Purworejo Hadi Sadsila, S.P., M.M., menandatangani prasasti peresmian sumur bor di Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Senin (20/01/2025).
Berlangsung di balai desa Karangrejo, pada peresmian tersebut juga dihadiri Direktur PDAM Purworejo Hermawan Wahyu Utomo, S.T., M.Si., Camat Loano Kusaeri , A.P., M.M., perwakilan MG 85, tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam keterangannya, Prof Siti Malkhamah menjelaskan, bahwa pembuatan sumur bor di Desa Karangrejo merupakan implementasi dari program pengabdian masyarakat Sekolah Pasca Sarjana UGM.
“Pembuatan sumur bor ini berasal dari Dana Kemitraan SPS UGM, Pamsimas, Kementerian Pertanian dan Alumni SMAN 1 Purworejo (MG85). Kita bekerjasama dalam hal ini,” jelas Prof Siti.
Dipilihnya Desa Karangrejo dalam pengabdian masyarakat pembuatan sumur bor ini, kata Prof Siti, karena kebetulan desa ini cocok dengan salah satu keilmuan prodi UGM, yakni ilmu lingkungan.
Menurut Prof Siti, sama-sama membutuhkan. Masyarakat Karangrejo membutuhkan dan dari UGM memiliki ilmunya. Yaitu kebutuhan untuk mencukupi air bersih dari sumur, yang bisa dicari dengan teknologi dengan teknik electromagnetic technology.
“Dengan teknologi ini bisa didapatkan lokasi yang tepat yang ada sumber airnya. Sumur bor ini kedalamannya sekitar 50 meter dengan debit minimal 2 liter/detik, bisa untuk minimal 160 KK,” ungkap Prof Siti.
Harapannya, ujar Prof Siti, ini sebagai awal karena air merupakan kebutuhan pokok. Dengan terpenuhinya kebutuhan pokok ini, mudah-mudahan nanti akan menjadi lebih produktif, kemudian bisa dikembangkan untuk yang lainnya, misal untuk ketahanan pangan dan wisata.
Patnani, Kepala Desa Karangrejo mengungkapkan, selama ini pihaknya menggunakan Pamsimas untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Namun pihaknya akan mengalami kesulitan jika memasuki musim kemarau.
“Dengan bantuan ini Insya Allah untuk musim kemarau yang akan datang bisa disuplai dari sumur bor ini. Untuk pendistribusian air dari sumur bor ini menggunakan jaringan Pamsimas,” jelas Patnani.
Kebutuhan air bersih masyarakat sudah disediakan bak penampungan milik Pamsimas sehingga bisa untuk menyuplai di musim kemarau. Selama ini di musim kemarau warga masih mengandalkan sumur belik.
Disampaikan, dari program ini di Desa Karangrejo dibangun atau dibuatkan lima sumur bor. Satu sumur bor dipergunakan untuk kebutuhan air bersih masyarakat, sedangkan empat lainnya dari Kementan untuk kebutuhan pertanian khusus swasembada pangan
Hermawan Wahyu Utomo, Direktur PDAM Purworejo yang juga pengurus MG pusat menambahkan, pemenuhan kebutuhan air bersih ada 2 type, dengan perpipaan dan non perpipaan. Dengan perpipaan memang menjadi tanggung jawab PDAM. Namun tak semua daerah bisa dikasih pipa.
“Salah satunya di Karangrejo dengan dana kemitraan ini. Ini daerah transmisi jadi tidak mungkin dikasih pipa dan daerahnya lebih tinggi,” jelas Hermawan.
Untuk mencapai 100.0.100, yakni 100 pelayanan air bersih, 0 sanitasi buruk dan 100 kesehatan maksimal, pihaknya mengupayakan supaya Purworejo mencapai 100 pesen dalam akses air bersih ini. Karena itu dibuatlah sumur-sumur di luar perpipaan PDAM.
“Dari PDAM membantu secara teknis dan pendampingan supaya bisa berkelanjutan
Diharapkan desa bisa mengeposkan untuk anggarannya,” kata Hermawan.


