_12.png)

- SEMARAK HUT KE-80 RI, KECAMATAN LOANO GELAR LOMBA MEWARNAI ANAK USIA DINI
- CAMAT LOANO HADIRI PENGAJIAN AKBAR MERTI DESA TRIDADI DAN PERINGATAN HUT KE-80 RI
- KASI PEMERINTAHAN UMUM DAN TRANTIBUM KECAMATAN LOANO HADIRI RAPAT KOMINDA KABUPATEN PURWOREJO
- UPACARA PENURUNAN BENDERA MERAH PUTIH PERINGATAN HUT KE-80 RI KECAMATAN LOANO TAHUN 2025
- UPACARA PERINGATAN HUT KE-80 REPUBLIK INDONESIA TINGKAT KECAMATAN LOANO TAHUN 2025
- MALAM TASYAKURAN HUT KE-80 REPUBLIK INDONESIA KECAMATAN LOANO BERLANGSUNG KHIDMAT
- ZIARAH MAKAM PEJUANG DAN LELUHUR KECAMATAN LOANO TAHUN 2025 DALAM PERINGATAN HUT KE 80 REPUBLIK INDONESIA
- PENGUKUHAN PASUKAN PENGIBAR BENDERA (PASKIBRA) KECAMATAN LOANO TAHUN 2025
- SEMARAK UPACARA HUT KE-64 PRAMUKA KWARTIR RANTING LOANO
- RENUNGAN ULANG JANJI DAN SARASEHAN KWARTIR RANTING LOANO MERIAHKAN HUT PRAMUKA KE-64
GLAMPING DELOANO DIHARAP INTEGRASIAN EKRAF, KEARIFAN SERTA BUDAYA LOKAL
Kunjungan Pjs Bupati Purworejo ke Glamping DeLoano

Keterangan Gambar : Sambutan dan Pengarahan Pjs Bupati Purworejo dalam Kunjungan ke Glamping DeLoano
LOANO GO NEWS - Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap
kehadiran Glamping DeLoano mampu mengintegarsikan ekonomi kreatif, kearifan
serta budaya lokal.
Hal itu disampaikan Pjs Purworejo Endi Faiz Effendi saat
berkunjung kerja ke Glamping DeLoano, Kamis (18/10). Menurutnya, Cita-cita
tersebut harus dilakukan dengan sinergitas antara Pemerintah Daerah, BOB,
Perhutani dan masyarakat sekitar.
Peran Badan Otorita Borobudur (BOB) disebut sangat penting
dalam perkembangan pariwisata dan sosial bagi masyarakat di sekitarnya,
terutama di Kabupaten Purworejo.
Glamping DeLoano sangat potensial dalam perkembangan
pariwisata. Hal itu didukung oleh suasana alamnya yang masih asri, udara yang
sejuk dan masyarakat yang sangat ramah. Perlu masterplan dan terus dijalankan
secara berkelanjutan.
“Pariwisata yang terintegrasi itu tidak hanya menyediakan
tempatnya saja. Tetapi perlu penyangga utama, misalnya ketersediaan SDM,
makanan yang enak, suasana yang ramah dan akses yang mudah,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Purworejo berkomitmen untuk terus
mengawal pembangunan pariwisata potensial. Walaupun dalam pelaksanaannya sangat
diperlukan pengkajian-pengkajian yang mendalam.
“Bagaimanapun juga apa yang dibangun dapat diselesaikan
dengan tepat guna, tepat fungsi dan tepat waktu. Pembangunan pariwisata tidak
hanya untuk saat ini, tetapi sampai puluhan tahun kedepannya,” pungkasnya.
Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Agustin Peranginangin
pada kesempatan itu pihaknya saat ini tengah menuntaskan progres penyelesaian
tahap awal dari Perpres 46 tentang 50 hektar lahan sebagai hak pengelolaan.
Menyusul regulasi baru pemerintahan baru nanti diharapkan dapat menindaklanjuti
250 hektar sisa lahan tentu akan dilaksanakan pelepasan.
“Tentunya akan ada rekomendasi dari provinsi dan kabupaten
terkait tata ruang maupun juga rekomendasi teknis dari gubernur terkait
regulasi yang ada,” lapornya.
Ia menambahkan karena akses yang masih terbatas maka
dilakukan event yang terbatas untuk musik dan olahraga.
“Minggu kemarin kita baru saja mengadakan
Biosferun, terpaksa kita start dan finish di bawah. Karena pesertanya lebih
dari 1000 orang,” ujarnya.