▴Anti Gratifikasi▴
▴Kanal Aduan▴ - KASI PEMERINTAHAN UMUM DAN TRANTIBUM KECAMATAN LOANO IKUTI RAKOR PERSIAPAN PENGAMANAN RAMADHAN DAN IDUL FITRI
- PULUHAN WARGA DESA TRIREJO DIDUGA KERACUNAN MAKANAN KENDURI, PEMERINTAH LAKUKAN PENANGANAN CEPAT
- CAMAT LOANO DAMPINGI ANGGOTA DPRD PROVINSI JAWA TENGAH GELAR RESES DI DESA TRIDADI
- MUSYAWARAH DESA KALISEMO TETAPKAN PERDES LAPORAN REALISASI APBDES 2025 DAN SOSIALISASIKAN APBDES 2026
- SEKRETARIS KECAMATAN LOANO HADIRI RAPAT PARIPURNA DPRD KABUPATEN PURWOREJO DALAM RANGKA PENGUCAPAN SUMPAH WAKIL KETUA DPRD KABUPATEN PURWOREJO
- SEKRETARIS KECAMATAN LOANO IKUTI DESK LKJIP TAHUN 2025 KABUPATEN PURWOREJO
- LOKAKARYA MINI TRIWULAN I TAHUN 2026 PUSKESMAS LOANO, PERKUAT SINERGI LINTAS SEKTOR
- CAMAT LOANO MONITORING TES SELEKSI PENGISIAN PERANGKAT DESA TRIREJO
- CAMAT LOANO DAMPINGI TIM PENGENDALIAN DAN INTENSIFIKASI PBB KABUPATEN PURWOREJO DI DESA LOANO
- SEKRETARIS KECAMATAN LOANO HADIRI FORUM PERANGKAT DAERAH (FPD) DPMPTSP KABUPATEN PURWOREJO
PULUHAN WARGA DESA TRIREJO DIDUGA KERACUNAN MAKANAN KENDURI, PEMERINTAH LAKUKAN PENANGANAN CEPAT
Keterangan Gambar : Puluhan Warga Desa Trirejo Diduga Keracunan Makanan Kenduri
Loano Go News – Sedikitnya 68 warga Desa Trirejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi hidangan kenduri dalam acara ruwahan yang digelar pada Minggu (15/2/2026) malam.
Acara ruwahan atau selamatan menjelang Ramadan tersebut dilaksanakan di rumah salah satu warga Dusun Kedungdowo Wetan, Desa Trirejo. Tuan rumah memesan sebanyak 75 porsi makanan dari salah satu rumah makan di Purworejo, dengan sekitar 65 porsi dibagikan kepada warga yang hadir.
Menu kenduri yang dikemas dalam kotak kardus tersebut berisi nasi putih, orek tempe, kering kentang, telur puyuh, ati ampela, ayam goreng, dan kerupuk. Sementara untuk makanan ringan terdiri dari lemper bakar, kue pukis, serabi, dan tahu telur.
Kapolsek Loano Iptu Utomo menjelaskan bahwa warga mulai merasakan gejala beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut, baik pada Minggu malam maupun Senin (16/2/2026) setelah sebagian makanan disimpan terlebih dahulu di lemari es.
“Gejala yang dialami antara lain mual, muntah, dan diare. Dari hasil pendataan, sebanyak 65 orang yang mengonsumsi makanan tersebut dilakukan screening dan terdapat 68 warga yang mengeluhkan gejala,” jelasnya.
Pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan PMI Kabupaten Purworejo untuk melakukan penanganan cepat. Sembilan warga dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, sementara sebagian lainnya mendapatkan penanganan medis di lokasi.
“Yang dirujuk ke rumah sakit ada sembilan orang, dan beberapa di antaranya diperbolehkan menjalani rawat jalan,” tambahnya.
Untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut, petugas dari Dinas Kesehatan telah mengambil sampel sisa makanan guna dilakukan uji laboratorium. Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak berwenang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo Suranto, S.T., S.Sos., M.PA., didampingi Camat Loano Kusairi, AP., MM., turut melakukan monitoring langsung terkait kejadian tersebut. Pemerintah Desa Trirejo juga telah mendirikan posko penanganan guna memudahkan koordinasi dan pelayanan kepada warga terdampak.
Pemerintah Kabupaten Purworejo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta menunggu hasil pemeriksaan resmi dari instansi terkait.


