_12.png)

- SEMARAK HUT KE-80 RI, KECAMATAN LOANO GELAR LOMBA MEWARNAI ANAK USIA DINI
- CAMAT LOANO HADIRI PENGAJIAN AKBAR MERTI DESA TRIDADI DAN PERINGATAN HUT KE-80 RI
- KASI PEMERINTAHAN UMUM DAN TRANTIBUM KECAMATAN LOANO HADIRI RAPAT KOMINDA KABUPATEN PURWOREJO
- UPACARA PENURUNAN BENDERA MERAH PUTIH PERINGATAN HUT KE-80 RI KECAMATAN LOANO TAHUN 2025
- UPACARA PERINGATAN HUT KE-80 REPUBLIK INDONESIA TINGKAT KECAMATAN LOANO TAHUN 2025
- MALAM TASYAKURAN HUT KE-80 REPUBLIK INDONESIA KECAMATAN LOANO BERLANGSUNG KHIDMAT
- ZIARAH MAKAM PEJUANG DAN LELUHUR KECAMATAN LOANO TAHUN 2025 DALAM PERINGATAN HUT KE 80 REPUBLIK INDONESIA
- PENGUKUHAN PASUKAN PENGIBAR BENDERA (PASKIBRA) KECAMATAN LOANO TAHUN 2025
- SEMARAK UPACARA HUT KE-64 PRAMUKA KWARTIR RANTING LOANO
- RENUNGAN ULANG JANJI DAN SARASEHAN KWARTIR RANTING LOANO MERIAHKAN HUT PRAMUKA KE-64
PERINGATAN HARI WAYANG SEDUNIA 2024 KABUPATEN PURWOREJO

Keterangan Gambar : Pagelaran Wayang Kulit dalam Peringatan Hari wayang Sedunia tahun 2024
Desa Seren, Kecamatan Gebang, menjadi pusat perhatian dengan peringatan
Hari Wayang Sedunia 2024 yang digelar di Balai Desa. Acara ini berlangsung
meriah dan dipadati masyarakat dari berbagai daerah yang datang untuk
menyaksikan pementasan seni wayang khas Nusantara.
Mengusung tema "Melestarikan Wayang sebagai Warisan Budaya
Dunia", kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan
pentingnya menjaga tradisi wayang sebagai bagian dari identitas budaya
Indonesia.
Kepala Desa Seren dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya atas
terselenggaranya acara ini di desa mereka. “Wayang adalah warisan leluhur yang
tidak hanya mengandung seni pertunjukan, tetapi juga nilai-nilai moral dan
kebijaksanaan. Kami berharap peringatan ini dapat menumbuhkan kecintaan
masyarakat terhadap budaya tradisional,” ujar Kepala Desa.
Puncak acara adalah pagelaran wayang kulit. Penonton dibuat terpukau oleh kepiawaian dalang dalam menyampaikan cerita penuh hikmah dan humor yang relevan dengan kehidupan masa kini.
Acara ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten dan Dinas
Kebudayaan, yang berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa
mendatang. “Hari Wayang Sedunia adalah momentum untuk memperkuat posisi
Indonesia sebagai pemilik seni wayang yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan
Budaya Takbenda Dunia,” ujar perwakilan dari Dinas Kebudayaan.
Masyarakat Desa Seren merasa bangga karena desa mereka menjadi tuan rumah
acara besar ini. “Semoga wayang tetap lestari dan semakin diminati oleh
generasi muda,” harap salah seorang warga.