▴Anti Gratifikasi▴
▴Kanal Aduan▴ - CAMAT LOANO PIMPIN APEL PERDANA PASCA IDUL FITRI 1447 H DAN SOSIALISASI ANTIGRATIFIKASI
- CAMAT LOANO BERSAMA KEPALA DESA JALIN SILATURAHMI KE KEDIAMAN CAMAT PURWOREJO
- CAMAT LOANO TERIMA KUNJUNGAN SILATURAHMI DAN HALAL BIHALAL FORUM KOMUNITAS DISABILITAS DAN PKH
- CAMAT LOANO PIMPIN KERJA BAKTI BERSIHKAN LINGKUNGAN KANTOR KECAMATAN
- MUSRENBANG RKPD 2027 KABUPATEN PURWOREJO, WUJUDKAN PERENCANAAN PARTISIPATIF DAN BERKELANJUTAN
- SOSIALISASI PERIZINAN BERUSAHA BERBASIS RISIKO DI KECAMATAN LOANO TINGKATKAN PEMAHAMAN PELAKU UMKM
- HALAL BIHALAL KELUARGA BESAR KECAMATAN LOANO 1447 H / 2026 M, PERKUAT KEBERSAMAAN DAN SINERGI LINTAS SEKTOR
- KASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KECAMATAN LOANO HADIRI SOSIALISASI KMK TENTANG PENGHARGAAN KABUPATEN/KOTA BEBAS PASUNG
- CAMAT LOANO PIMPIN RAPAT KOORDINASI BERSAMA PENDAMPING DESA DAN PENDAMPING LOKAL DESA
- KECAMATAN LOANO GELAR STAFF MEETING BAHAS RENCANA KERJA AKHIR MARET DAN SOSIALISASI PENCEGAHAN GRATIFIKASI
GREBEG BUDAYA PURWOREJO 2026 MERIAHKAN HARI JADI KE-195 KABUPATEN PURWOREJO
Keterangan Gambar : Grebeg Budaya Purworejo 2026 Meriahkan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo
Loano Go News – Grebeg Budaya Purworejo 2026 digelar dengan meriah di depan Pendopo Kabupaten Purworejo, Sabtu (7/2/2026) sore, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini menjadi ajang perayaan kekayaan seni dan budaya lokal yang melibatkan duta seni dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Purworejo.
Sebanyak 16 kecamatan ambil bagian dalam gelaran Grebeg Budaya tahun ini dengan menampilkan kesenian unggulan masing-masing. Kecamatan Loano diwakili oleh Grup Kesenian Jaran Kepang, hasil kolaborasi seniman dari Desa Sedayu dan Desa Ngargosari. Kehadiran duta seni Kecamatan Loano didampingi langsung oleh Sekretaris Kecamatan Loano Nuryanto, S.Ag., bersama Kasi Pemerintahan Umum dan Trantibum Kecamatan Loano Muhamad Ridho, SE.
Ribuan warga tampak memadati kawasan Pendopo Kabupaten Purworejo hingga sepanjang rute kirab. Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat menyaksikan beragam pertunjukan seni tradisional yang ditampilkan secara bergiliran oleh para peserta, menciptakan suasana semarak dan penuh kebanggaan terhadap budaya daerah.
Berbagai kesenian lokal turut memeriahkan acara, di antaranya Tari Cing Poling, Jaran Kepang, Dolalak, serta sejumlah tari kreasi yang dikemas secara inovatif. Perpaduan antara unsur tradisi dan sentuhan kreatif tersebut menjadikan pertunjukan tetap relevan dan menarik bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, menjelaskan bahwa Grebeg Budaya merupakan wadah bagi setiap kecamatan untuk menampilkan kekhasan seni dan budayanya masing-masing.
“Konsep kegiatan ini adalah menampilkan duta-duta seni dari 16 kecamatan dengan ciri khas masing-masing. Setiap grup tampil sekitar lima hingga tujuh menit di depan panggung kehormatan dan dewan juri, kemudian dilanjutkan dengan kirab mengelilingi alun-alun,” jelasnya.
Yudhie menambahkan bahwa Grebeg Budaya tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga dilombakan dan dinilai oleh dewan juri profesional, yang terdiri dari dua juri asal Yogyakarta dan satu juri dari Purworejo. Panitia menyediakan penghargaan bagi lima penampil terbaik dengan total hadiah jutaan rupiah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan Purworejo lebih luas sekaligus menumbuhkan semangat para pelaku seni untuk terus nguri-uri seni dan budaya lokal,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Purworejo Yuli Hastuti menegaskan bahwa Grebeg Budaya merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam melestarikan seni tradisi dan kearifan lokal yang menjadi jati diri masyarakat Purworejo.
“Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, persatuan, serta kebanggaan terhadap kekayaan budaya daerah,” ujar Bupati.
Rute kirab Grebeg Budaya dimulai dari Pendopo Kabupaten Purworejo, kemudian melewati SD Maria, Kantor Bupati, SMK Negeri 3 Purworejo, AD Mutiara Ibu, Dekranasda, dan berakhir di Garnisun Purworejo. Sepanjang rute tersebut, masyarakat disuguhi atraksi seni tradisional yang beragam dan menghibur.


